FOTO: Ketua Yayasan Cahaya Azzura Bersinar, Benny Mangkunegara, S.E. Menerima Kunjungan Edukatif Dosen Universitas Bandar Lampung (UBL), Dr. Susanto dan Dr. Deri Sis Nanda, Membedah Proses Pemulihan Adiksi.
BANDAR LAMPUNG, Nurani Rakyat.com- Dunia rehabilitasi di Lampung mendapat warna baru melalui kolaborasi antara praktisi dan akademisi, Yayasan Rehabilitasi Cahaya Azzura Bersinar Lampung Tengah secara resmi menerima kunjungan edukatif dari dua dosen Universitas Bandar Lampung (UBL), Dr. Susanto dan Dr. Deri Sis Nanda, Selasa 3/2/2026.
Kunjungan ini bertujuan untuk membedah proses pemulihan Adiksi sekaligus menguji coba pendekatan Terapeutik yang Inovatif bagi para Residen.
Menyatukan Visi Pemulihan
Ketua Yayasan Cahaya Azzura Bersinar, Benny Mangkunegara, S.E., yang juga menjabat sebagai Ketua Ikatan Konselor Adiksi Indonesia (IKAI) Provinsi Lampung, menyambut, antusias inisiatif ini bersama Pembina Yayasan, H. Abdullah Surajaya, S.H., M.H. mereka menegaskan bahwa keterlibatan akademisi sangat krusial untuk memberikan perspektif baru dalam program rehabilitasi yang sedang berjalan.
Dalam sesi diskusi, Program Manager Fajar Abimayu, S.E., membedah secara mendalam filosofi dan struktur program yayasan.
Paparan ini memberikan pemahaman utuh bagi tim akademisi mengenai dinamika psikososial yang dihadapi para residen, mulai dari fase penerimaan awal hingga persiapan kembali ke masyarakat (re-entry).
Drama Terapi Sebagai Media Katarsis
Puncak acara kunjungan ditandai dengan simulasi Drama Terapi, sebuah metode unik yang dikembangkan oleh Dr. Susanto dan Dr. Deri Sis Nanda. Dengan media topeng beraneka karakter, para residen diajak mengekspresikan sisi emosional mereka melalui tiga babak yang mendalam:
Scene 1 (Monolog), ruang bagi peserta untuk refleksi diri dan berani mengungkapkan emosi terdalam secara personal.
Scene 2 (Dialog), latihan komunikasi dua arah untuk membangun kembali kepercayaan diri dan koneksi antar-individu.
Dan Scene 3 (Polilog), interaksi dinamis lebih dari dua orang yang melatih empati, kontrol emosi, dan kemampuan bersosialisasi dalam kelompok.
“Teknik ini bukan sekadar bermain peran, melainkan media katarsis atau pelepasan emosi yang tersumbat,” tutur Dr. Deri Sis Nanda di sela-sela kegiatan.
Inspirasi dari "Mozaik Pengejar Mimpi"
Sebagai penutup, Dr. Susanto yang juga merupakan Wakil Ketua dan Konselor P4GN DPD GRANAT Provinsi Lampung memberikan motivasi tentang pentingnya optimisme. Ia menekankan bahwa rehabilitasi adalah, "kesempatan kedua" yang harus digenggam erat.
Simbolisasi semangat tersebut diwujudkan melalui penyerahan hadiah buku karya Dr. Susanto, "Mozaik Pengejar Mimpi".
Buku kumpulan cerpen ini merangkum perjalanan inspiratif hidupnya saat menempuh pendidikan di berbagai negara.
Melalui buku ini, ia berharap para residen memiliki pemantik semangat untuk terus belajar dan berubah demi masa depan yang lebih cerah.
Tentang Yayasan Cahaya Azzura Bersinar
Berlokasi di Lampung Tengah, yayasan ini merupakan lembaga rehabilitasi penyalahguna narkoba yang mengedepankan pendekatan medis, sosial, dan spiritual.
Di bawah kepemimpinan Benny Mangkunegara, S.E., yayasan ini berkomitmen penuh menciptakan individu yang pulih, produktif, dan berdaya guna bagi masyarakat.(*)