Notification

×

Iklan

Iklan

Bersuka Citalah! Menyambut Bulan Ramadhan

Selasa, 21 Maret 2023 | Maret 21, 2023 WIB | 0 Views Last Updated 2023-03-22T08:51:33Z

Artikel/Opini : 
Hery Sabaruddin, S.Ag., M.Ag

Mengapa kita harus menyambut bulan Ramadhan penuh suka cita dan gembira.
Ramadhan merupakan bulan yang mulia, pengampunan dosa dan ganjaran pahala yang berlimpah bagi segenap umat Islam. 

Ada banyak sisi yang berbeda bulan Ramadhan dibandingkan dengan 11 bulan lainnya. Ada keistimewaan dan kemuliaan ketika seseorang muslim menjalankan puasa. Juga bagi seseorang yang mengaku dirinya beragama Islam, maka menjalankan ibadah puasa menjadi sesuatu perintah Allah yang harus wajib dijalankan hambanya.

Kecuali bagi orang-orang yang berhalangan secara Syariat, untuk melaksanakan puasa. Tentunya untuk dapat menjalankan puasa selama satu bulan penuh, bukanlah perkara yang mudah, sesungguhnya hal itu adalah hal yang sulit. Seseorang secara fisik dan mental, harus mampu menahan lapar dan haus. dan itu menjadi tantangan yang amat berat, terlebih ketika diawal-awal menjalankan ibadah puasa.

Hal itu sangatlah rasional, mengingat tubuh kita tengah beradaptasi dengan sesuatu yang baru, dimana sebelumnya terbiasa dari pagi sampai dengan sore hari selalu aktif mengkonsumsi makanan dan minuman.

Maka di bulan puasa seseorang harus melakukan sahur dan berbuka di waktu maghrib. Tentunya pertukaran rotasi waktu dan kebiasaan yang perlu adanya adaptasi, berdampak pada perasaan lesu, lelah, lapar dan haus menjadi hal yang biasa terjadi.

Bergembira atau bersuka cita Menyambut Ramadhan, adalah bentuk wujud keimanan seorang muslim. Salah satu tanda keimanan itu, adalah seorang muslim bergembira menyambut Ramadhan. Diibaratkan akan menyambut sesuatu tamu agung yang ia nanti-nantikan. 

Maka persiapkan hati, jiwa dan raga denga perasaan senang dan gembira menyambut tamu yang agung yaitu, Ramadhan. Ada ribuan alasan seorang muslim harus bergembira dalam menyambut bulan yang penuh berkah, pengampunan dan pahala yang berlimpah. 
Dari banyaknya penyebab/alasan mengapa harus bersuka cita,  bergembira, senang dan bahagia menyambut bulan Ramadhan. Dari ribuan alasan yang ada, hanya 8 alasan yang diungkapkan, mengapa harus gembira menyambut bulan Ramadhan yakni;

1. Merupakan Perintah Allah
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُوْنَۙ - ١٨٣


Artinya: "Wahai orang-orang yang beriman! Diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang sebelum kamu agar kamu bertakwa," (Surat Al Baqarah Ayat 183).

2. Bulan Penuh Keberkahan

,ﻗَﺪْ ﺟَﺎﺀَﻛُﻢْ ﺭَﻣَﻀَﺎﻥُ، ﺷَﻬْﺮٌ ﻣُﺒَﺎﺭَﻙٌ، ﺍﻓْﺘَﺮَﺽَ ﺍﻟﻠﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻜُﻢْ ﺻِﻴَﺎﻣَﻪُ، ﺗُﻔْﺘَﺢُ ﻓِﻴﻪِ ﺃَﺑْﻮَﺍﺏُ ﺍﻟْﺠَﻨَّﺔِ، ﻭَﺗُﻐْﻠَﻖُ ﻓِﻴﻪِ ﺃَﺑْﻮَﺍﺏُ ﺍﻟْﺠَﺤِﻴﻢِ، ﻭَﺗُﻐَﻞُّ ﻓِﻴﻪِ ﺍﻟﺸَّﻴَﺎﻃِﻴﻦُ، ﻓِﻴﻪِ ﻟَﻴْﻠَﺔٌ ﺧَﻴْﺮٌ ﻣِﻦْ ﺃَﻟْﻒِ ﺷَﻬْﺮٍ، ﻣَﻦْ ﺣُﺮِﻡَ ﺧَﻴْﺮَﻫَﺎ ﻓَﻘَﺪْ ﺣُﺮِﻡَ

“Telah datang kepada kalian Ramadhan, bulan yang diberkahi. Allah mewajibkan atas kalian berpuasa padanya. Pintu-pintu surga dibuka padanya. Pintu-pintu Jahim (neraka) ditutup. Setan-setan dibelenggu. Di dalamnya terdapat sebuah malam yang lebih baik dibandingkan 1000 bulan. Siapa yang dihalangi dari kebaikannya, maka sungguh ia terhalangi.” (HR. Ahmad dalam Al-Musnad (2/385). Dinilai shahih oleh Al-Arna’uth dalam Takhrijul Musnad (8991).

Dikuatkan Firman Allah Ta’ala,  

شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِي أُنْزِلَ فِيهِ الْقُرْآنُ هُدًى لِلنَّاسِ وَبَيِّنَاتٍ مِنَ الْهُدَى وَالْفُرْقَانِ فَمَنْ شَهِدَ مِنْكُمُ الشَّهْرَ فَلْيَصُمْهُ وَمَنْ كَانَ مَرِيضًا أَوْ عَلَى سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِنْ أَيَّامٍ أُخَرَ

“(Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang batil). Karena itu, barangsiapa di antara kamu yang hadir (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu, maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu. Dan barangsiapa yang sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa), sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang lain” (QS. Al-Baqarah [2]: 185).

3. Bulan dibukanya pintu surga

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِذَا جَاءَ رَمَضَانُ فُتِّحَتْ أَبْوَابُ الْجَنَّةِ، وَغُلِّقَتْ أَبْوَابُ النَّارِ، وَصُفِّدَتِ الشَّيَاطِينُ

“Jika bulan Ramadhan tiba, maka dibukalah pintu-pintu surga, ditutuplah pintu-pintu neraka, dan setan-setan dibelenggu”

4. Bulan penuh ampunan

Nabi Sallallahu ’alaihi Wa Sallam bersabda:

من صام رمضان إيمانا واحتسابا غفر له ما تقدم من ذنبه

“Barangsiapa yang berpuasa (di Bulan) Ramadhan (dalam kondisi) keimanan dan mengharapkan (pahala), maka dia akan diampuni dosa-dosa yang telah lalu,” (HR. Bukhari Muslim)

5. Pahala dilipat gandakan

Dari Abu Hurairah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

كُلُّ عَمَلِ ابْنِ آدَمَ يُضَاعَفُ الْحَسَنَةُ عَشْرُ أَمْثَالِهَا إِلَى سَبْعِمِائَةِ ضِعْفٍ قَالَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ إِلاَّ الصَّوْمَ فَإِنَّهُ لِى وَأَنَا أَجْزِى بِهِ يَدَعُ شَهْوَتَهُ وَطَعَامَهُ مِنْ أَجْلِى لِلصَّائِمِ فَرْحَتَانِ فَرْحَةٌ عِنْدَ فِطْرِهِ وَفَرْحَةٌ عِنْدَ لِقَاءِ رَبِّهِ. وَلَخُلُوفُ فِيهِ أَطْيَبُ عِنْدَ اللَّهِ مِنْ رِيحِ الْمِسْكِ

“Setiap amalan kebaikan yang dilakukan oleh manusia akan dilipatgandakan dengan sepuluh kebaikan yang semisal hingga tujuh ratus kali lipat. Allah Ta’ala berfirman (yang artinya), “Kecuali amalan puasa. Amalan puasa tersebut adalah untuk-Ku. Aku sendiri yang akan membalasnya. Disebabkan dia telah meninggalkan syahwat dan makanan karena-Ku. Bagi orang yang berpuasa akan mendapatkan dua kebahagiaan yaitu kebahagiaan ketika dia berbuka dan kebahagiaan ketika berjumpa dengan Rabbnya. Sungguh bau mulut orang yang berpuasa lebih harum di sisi Allah daripada bau minyak kasturi.” (HR. Bukhari no. 1904, 5927 dan Muslim no. 1151).
6. Adanya Malam Lailatul Qadr

"Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Alquran) pada malam kemuliaan. Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu? Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan. Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan. Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar." (QS. Al Qadr: 1-5)

Dikuatkan dengan hadist yang diriwayatkan dari Bukhari, berikut salah satu dari sabda Rasulullah SAW,

"Carilah Lailatul Qadr pada sepuluh malam terakhir dari bulan Ramadhan, pada malam yang ke sembilan tersisa, malam yang ke tujuh tersisa, malam yang ke lima tersisa". (HR. Bukhari)

Demikian alasan/penyebab kenapa kita harus bersuka cita menyambut bulan Ramadhan, karena ada perintah menjalankan ibadah puasa. Sementara ibadah puasa ini memiliki sejumlah keutamaan. Sebagaimana dikatakan Imam Al Ghazali dalam Kitabnya Ihya' Ulumuddin, bahwa puasa menjadi sangat istimewa dibandingkan ibadah lainnya. Sebab, Allah SWT., akan memberikan ganjaran langsung kepada hamba-Nya.
Semoga bulan Ramadhan bisa dijadikan momentum untuk meningkatkan segala amal ibadah puasa dan ibadah lainnya. Merugi kita sebagai seorang muslim, jika bulan Ramadhan berlalu begitu saja tanpa amalan ibadah didalamnya. Waallahu A'lam Bissawab...


×
Berita Terbaru Update